Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ) Tetapkan 26 Desember , sebagai Hari Dokter Sadar Bencana

PRESS RELEASE
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ) Tetapkan 26 Desember , sebagai Hari Dokter Sadar Bencana


Via daring, 26 Desember 2025 

Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana Ikatan Dokter Indonesia (LKTB IDI) menggelar Webinar Nasional  bersamaan dengan penetapan dan peresmian tanggal 26 Desember sebagai Hari Dokter Sadar Bencana (HDSB) oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang mengambil momentum Tsunami Aceh pada tanggal  26 Desember 2024. 

Sejarah mencatat, Tsunami Aceh menjadi trigger lahirnya UU No 24 tahun 2007 berkaitan dengan lahirnya BNPB sebagai Instrumen negara dalam hal bencana. Oleh karenanya, peran dokter sangat krusial baik di fase pra-bencana, tanggap darurat, transisi,dan rekonstruksi. 

Webinar yang dipandu oleh dr. Angie Erditha, MScIH, DTM ini dibuka dengan sambutan Ketua LKTB IDI Dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B. Momentum penting kegiatan ditandai dengan sambutan oleh Ketua Umum PB IDI  yang diwakili oleh: Wakil Ketua Umum PB IDI, DR. Dr. Sutrisno, SpOG(K), Subsp.FER, sekaligus peresmian penetapan 26 Desember sebagai Hari Dokter Sadar Bencana.

Menurut Dr. Sutrisno, penetapan ini merupakan penguatan komitmen profesi dokter agar semakin siap berperan aktif dalam pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan kesehatan masyarakat, dengan kalimat : 

" Ketika sirine berbunyi dan bumi retak, Dokter tidak bertanya siapa yang salah.  Ia hanya bertanya, siapa yang bisa diselamatkan hari ini "

Dukungan pemerintah daerah disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dr. R. Vini Adiani Dewi, M.MRS, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh menghadapi bencana.

Webinar ini juga menghadirkan keynote speech dari Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si, Unsur Pengarah BNPB, yang menyoroti tantangan kebencanaan nasional serta perlunya kolaborasi erat antara tenaga kesehatan dan sistem penanggulangan bencana.

Paparan ilmiah disampaikan oleh para pakar, antara lain Kebijakan Nasional Respons Kesehatan dalam Kebencanaan oleh Bapak Agus Jamaludin, SKM, M.Kes, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, yang diwakilkan oleh Dr. Eko Medistianto, M.Epid. Selain itu, Dr. Supartoyo, S.T., M.T dari PVMBG memaparkan risiko gempa Sesar Lembang, serta DR. Dr. Lucky Tjahjono, M.Kes yang menekankan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam penanganan korban massal.

Kegiatan ditutup dengan pesan “Dokter Sadar Bencana, Dokter Siap untuk Negeri”, sebagai ajakan bagi seluruh dokter untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.

Comments

Popular posts from this blog

Press Release Buku Saku EMT IDI x PTBMMKI 2024: "Peran Strategis Mahasiswa FK dalam Penanggulangan Bencana"

Dua Pilar Hukum Perang: Memahami Jus ad Bellum dan Jus in Bello Lewat Krisis Gaza