Kajian Ramadhan HIFDI : Pentingnya Kolaborasi dalam Respons Kemanusiaan






Dalam sebuah webinar terbaru Kajian Ramadhan yang diselenggarakan HIFDI (Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia) yang bertajuk " ”Kemanusiaan dalam Bencana dan Konflik” " para ahli membahas peran penting kolaborasi dan kemitraan dalam manajemen bencana yang efektif. Webinar yang diselenggarakan oleh HIFDI ini berhasil mengumpulkan para profesional, perwakilan pemerintah, dan organisasi non-pemerintah untuk menjelajahi strategi meningkatkan respons dan kesiapsiagaan bencana.

Webinar ini, yang diselenggarakan pada 30 Maret 2024 , menampilkan diskusi yang menginspirasi tentang berbagai aspek manajemen bencana, dengan mengambil berbagai pengalaman yang dibagikan oleh para pembicara terkemuka. Topik-topik tersebut meliputi signifikansi organisasi profesi, badan pemerintah, dan NGO bekerja sama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh bencana alam maupun buatan manusia.

Dalam kegiatan Kajian Ramadhan yang diselenggarakan, terdapat tiga pemateri yang memberikan paparan terkait dengan topik yang berbeda, dengan Mepsa Putra (Praktisi Kesehatan Masyarakat - CISDI) bertindak sebagai moderator. Pertama, Prof. Dr.dr Fachmi Idris, M.Kes (Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI & Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya), memberikan pemaparan mengenai "Membangun Kemitraan dalam Response Kebencanaan di Indonesia". Selanjutnya, Dr. dr Mohammad Adib Khumaidi, Sp. OT (Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia) membahas tentang "Peran Profesi dalam Kebencanaan". Terakhir, dr. Angie Erditha Atqa, MScIH (Dewan Pengurus Lembaga Palestina Peduli-Respons & Ahli Kesehatan Global), menyampaikan "Update Perang Palestina: Peran Indonesia". Dengan berbagai topik yang dibahas oleh ketiga pemateri ini, webinar tersebut memberikan wawasan yang komprehensif tentang isu kemitraan dalam respons terhadap bencana, peran profesi dalam situasi darurat, serta keterlibatan Indonesia dalam penanggulangan dampak konflik kemanusiaan di Palestina.



Beberapa sorotan dari webinar ini antara lain:

1. Pentingnya Kolaborasi: Para pembicara menekankan pentingnya kolaborasi erat antara organisasi profesional, badan pemerintah, dan NGO untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap bencana. Kolaborasi diidentifikasi sebagai faktor krusial dalam mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di semua tingkatan.

2. Meningkatkan Koordinasi: Peserta membahas strategi untuk meningkatkan mekanisme koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam manajemen bencana. Penekanan diberikan pada penyelarasan saluran komunikasi, berbagi sumber daya, dan membangun kemitraan untuk memfasilitasi respons yang lebih efisien terhadap keadaan darurat.

3. Tantangan dalam Pendanaan: Webinar menyoroti tantangan yang dihadapi oleh organisasi profesional, terutama terkait dengan pendanaan untuk inisiatif manajemen bencana. Peserta menekankan perlunya peningkatan dukungan keuangan dari sektor publik dan swasta untuk menjaga dan memperluas upaya kesiapsiagaan bencana.

4. Update Situasi di Gaza Palestina: Dalam webinar ini, pembicara membahas situasi yang memprihatinkan di Gaza, di mana kebutuhan mendesak seperti pakaian untuk anak-anak dan suplai makanan sangat dibutuhkan. Meskipun upaya membawa bantuan kemanusiaan dilakukan, kendala-kendala seperti perubahan kriteria barang yang diperbolehkan masuk dan kesulitan melewati checkpoint di perbatasan menjadi hambatan utama. Meskipun pentingnya kerja sama internasional diakui dalam menyediakan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, tantangan dalam konteks konflik yang sedang berlangsung tidak dapat dihindari.



Dalam pembukaan webinar ini, Dokter Lucky selaku salah satu pendiri HIFDI dan mantan pejabat Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI menyampaikan "Webinar Kajian Ramadhan ini membahas pentingnya kolaborasi dan kemitraan dalam manajemen bencana. Dengan bekerja sama, kita dapat memanfaatkan kekuatan kolektif kita untuk memitigasi dampak bencana dan melindungi masyarakat."






Webinar ini mendapat tanggapan positif dari peserta, yang mengapresiasi kesempatan untuk berinteraksi dengan para ahli dan bertukar wawasan berharga tentang strategi manajemen bencana.

Comments

Popular posts from this blog

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ) Tetapkan 26 Desember , sebagai Hari Dokter Sadar Bencana

Press Release Buku Saku EMT IDI x PTBMMKI 2024: "Peran Strategis Mahasiswa FK dalam Penanggulangan Bencana"

Dua Pilar Hukum Perang: Memahami Jus ad Bellum dan Jus in Bello Lewat Krisis Gaza