Abu Dhabi Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Global Emergency Medical Teams (Tim Medis Darurat) ke-6, Fokus pada Kesiapsiagaan dan Inovasi Layanan Kesehatan
Abu Dhabi– Pada 5 hingga 7 November 2024, Abu Dhabi menjadi tuan rumah Pertemuan Global Tim Medis Darurat (Emergency Medical Teams/EMT) ke-6 yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Acara ini mengumpulkan lebih dari 1.300 peserta dari 140 negara, menjadikannya edisi terbesar dan pertama yang diadakan di Timur Tengah. Salah satu perwakilan penting dari Indonesia dalam pertemuan ini adalah Dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, seorang residen Bedah Umum dari Universitas Syiah Kuala, yang menjadi satu-satunya delegasi Indonesia di kategori Penelitian Ilmiah Akademik.
Memperkuat Kesiapsiagaan dalam Situasi Krisis
Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, menyampaikan bahwa EMT adalah pilar penting dalam respons kesehatan global. Beliau menyatakan, "EMT adalah pilar penting dari korps darurat kesehatan global dan telah memainkan peran penting dalam mengembangkan kapasitas lonjakan yang berkelanjutan, berkualitas tinggi, dan dapat dioperasikan."
Perubahan Iklim dan Kesehatan
Diskusi panel utama berfokus pada "Perubahan Iklim dan Darurat Kesehatan," dengan partisipasi tokoh-tokoh seperti Dr. Michael J. Ryan dan Dr. Rick Brennan dari WHO. Panel ini menyoroti dampak perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi bencana alam, yang pada akhirnya menambah tekanan pada sistem kesehatan global.
Inovasi dalam Respons Kesehatan Darurat
Dalam rangka meningkatkan efektivitas respons, pertemuan ini memperkenalkan "Innovation Championship" untuk menyoroti ide-ide inovatif yang dapat diterapkan di lapangan. Teknologi terbaru dan praktik terbaik dalam manajemen darurat dipamerkan, termasuk inisiatif dari Otoritas Pertahanan Sipil Abu Dhabi.
Peningkatan Kolaborasi Lintas Sektor
Para pemimpin dari berbagai sektor menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Dr. Noura Khamis Al Ghaithi, Wakil Sekretaris DoH, menyatakan bahwa acara ini memperkuat komitmen bersama untuk bekerja sama dan meningkatkan kesiapan respons terhadap krisis.
Meningkatkan Standar Layanan dan Pelatihan Tim Medis
Selain itu, 12 EMT menerima penghargaan atas kepatuhan mereka terhadap standar internasional EMT 2021, yang menekankan pentingnya pelatihan dan persiapan yang berkesinambungan. Dengan menggabungkan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi, pertemuan ini menunjukkan komitmen global untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman yang semakin kompleks.
Presentasi Delegasi Indonesia tentang Pelajaran dari Gempa Turki 2023
Pada konferensi ini, Dr. Muhammad Iqbal El Mubarak mempresentasikan penelitian berjudul "Lessons from the Turkey Earthquake 2023," yang merupakan hasil kolaborasi multidisipliner antara akademisi dan praktisi medis, termasuk Safrizal Rahman, Panji Anugerah, Lucky Tjahyono, Putro Setyobudyo Muhammad, dan Angie Erditha. Tim kolaborator ini terdiri dari perwakilan Departemen Ortopedi & Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, dan Emergency Medical Teams Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons EMT Aceh dalam menghadapi gempa bumi berkekuatan 7,8 yang melanda provinsi Gaziantep, Turki, pada 6 Februari 2023, yang mengakibatkan kerusakan masif, lebih dari 59.000 korban jiwa, serta jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Sebagai perwakilan EMT IDI, ia menaruh harapan agar dapat menyumbangkan perspektif baru mengenai urgensi kerja sama internasional dalam meningkatkan respons medis darurat, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang rentan terhadap bencana.



Comments
Post a Comment