HIFDI Intensive Class: Menguatkan Peran Layanan Primer dalam Manajemen Hipertensi dan Preeklampsia



31 Mei 2025 — Dalam rangkaian sejumlah peringatan penting di bulan Mei, Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) bersama ABPRI Group (Airlangga Budhi Pratama Restu Ibu Group) menyelenggarakan Intensive Class bertajuk "Management Hypertension and Preeclampsia in Primary Health Care", yang digelar secara daring.

Ketua Umum HIFDI, dr. Zaenal Abidin, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai peringatan nasional dan internasional di bulan ini memberikan konteks penting bagi penguatan kapasitas tenaga kesehatan primer. Mulai dari Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Bakti Dokter Indonesia (20 Mei), Hari Preeklampsia Sedunia (22 Mei), Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei), serta Bulan Hipertensi Dunia, seluruhnya beririsan dengan isu besar pengendalian hipertensi dan komplikasi kehamilan yang masih menjadi tantangan signifikan dalam layanan kesehatan primer di Indonesia.

Dalam sesi pembukaan, dr. Prasetyo Widhi Buwono, Sp.PD-KHOM, FINASIM, selaku Founder ABPRI Group dan Wakil Ketua HIFDI, menegaskan bahwa penguatan kapasitas klinis di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) menjadi prioritas, karena keputusan klinis di lini pertama pelayanan kerap menjadi faktor penentu keselamatan ibu dan janin.

Berbeda dari pola seminar konvensional, sesi ini dirancang dengan pendekatan intensive class berbasis studi kasus aplikatif. Selain mendapatkan pemaparan ilmiah, para peserta aktif terlibat dalam diskusi kasus, simulasi penatalaksanaan, serta kuis interaktif yang menguji pemahaman materi secara langsung. Format interaktif ini diapresiasi banyak peserta sebagai pembelajaran yang efektif dan relevan dengan praktik klinis harian.

Sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi aktif, HIFDI juga memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis dengan benar terbanyak selama sesi berlangsung. Ketiganya memperoleh doorprize khusus dari HIFDI sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan aktif dan semangat pembelajaran peserta.

Dua narasumber utama yang terlibat dalam sesi ilmiah ini yaitu:

  • dr. Muhammad Nadim Mulachela, SpPD (Spesialis Penyakit Dalam), yang membahas deteksi dini, stratifikasi risiko, dan terapi antihipertensi yang aman selama kehamilan.

  • dr. Dimas Radityo, BMedSc, SpOG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi), yang memaparkan penanganan preeklampsia di layanan primer serta kriteria rujukan yang tepat.

Diskusi ilmiah dipandu oleh dr. Gilang Sukma Muhammad, MKM, yang memfasilitasi interaksi dinamis antara narasumber dan peserta. Peserta yang berasal dari dokter layanan primer, dokter internship, dan mahasiswa kedokteran turut aktif berdiskusi, membahas kasus, dan berbagi pengalaman klinis dari berbagai daerah.




Topik-topik yang dibahas meliputi:

  • Prinsip diagnosis dini dan stratifikasi risiko preeklampsia.

  • Pemilihan regimen terapi antihipertensi yang aman pada masa kehamilan.

  • Penentuan waktu rujukan yang tepat.

  • Simulasi penanganan kasus yang bersumber dari praktik klinis sehari-hari.

Selain memperoleh materi ilmiah, peserta juga mendapatkan e-sertifikat, akses materi presentasi, serta rekaman sesi untuk pendalaman lebih lanjut.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, HIFDI dan ABPRI Group kembali menegaskan peran strategis layanan primer sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Seperti ditekankan dalam penutup sesi:
"Satu keputusan klinis yang tepat di layanan primer dapat menyelamatkan dua nyawa sekaligus — ibu dan bayinya."

Comments

Popular posts from this blog

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ) Tetapkan 26 Desember , sebagai Hari Dokter Sadar Bencana

Press Release Buku Saku EMT IDI x PTBMMKI 2024: "Peran Strategis Mahasiswa FK dalam Penanggulangan Bencana"

Dua Pilar Hukum Perang: Memahami Jus ad Bellum dan Jus in Bello Lewat Krisis Gaza